3 Tipe Minyak Masak Serta Kegunaannya

Memasak tidak wajib senantiasa memakai minyak kelapa sawit lho  Minyak kelapa sawit jadi tipe minyak masak yang sangat banyak digunakan buat memasak. Entah apakah itu buat menumis sayur, menggoreng, ataupun deep- fried.

Sementara itu, terdapat tipe minyak masak lainya yang biasa digunakan buat memasak tidak hanya minyak kelapa sawit ialah minyak zaitun, minyak alpukat, ataupun minyak rami.

Aspek kunci yang butuh dipertimbangkan merupakan titik asap serta rasanya. Sesuatu tipe minyak terurai pada temperatur tertentu, yang diketahui bagaikan titik asap. Terus menjadi rendah titik asap, hingga terus menjadi kilat minyak terurai.

Hasil masakan hendak jadi lebih baik dengan memakai tipe minyak tertentu, dengan membiasakan titik asap yang dipunyai. Berikut 5 tipe minyak buat memasak serta khasiatnya, dilansir Huffington Post.

1. Tipe minyak masak – Minyak Zaitun

Tipe minyak masak yang pertama merupakan minyak zaitun. Minyak zaitun didapatkan dengan menekan segala zaitun sampai dihasilkan minyak. Walaupun digunakan di segala dunia, ini merupakan tipe minyak goreng utama yang digunakan di Mediterania.

Minyak zaitun besar asam lemak tidak jenuh tunggal.

Titik asap minyak zaitun bermacam- macam bergantung pada tipe minyak zaitun:

Extra Virgin: 160° C

Virgin: 215° C

Pomace: 237° C

Extra Light: 242° C

Minyak zaitun extra virgin memiliki rasa terkaya sebab terbuat tanpa panas ataupun bahan kimia, sehingga baik buat saus salad.

Sedangkan minyak zaitun olahan itu baik buat menumis serta drizzling/ taburan, minyak zaitun kurang baik apabila digunakan buat menggoreng masakan.

2. Minyak Jagung

Minyak buat memasak yang berikutnya merupakan minyak jagung. Minyak jagung terbuat dari biji jagung, dengan titik asap yang besar buatnya baik dijadikan minyak buat digoreng.

Minyak jagung sering digunakan sebagai minyak goreng di restoran kilat saji, nyaris 70 persen restoran kilat saji membuat kentang goreng menggunakan minyak jagung. Minyak jagung pula digunakan buat membuat margarin.

Tetapi, minyak jagung besar lemak jenuh serta rendah lemak baik, sehingga kerap dikira bagaikan salah satu minyak yang tidak sehat.

Titik asap minyak jagung terletak pada temperatur 232° C, sehingga sesuai buat deep- fried serta margarin. Minyak jagung tidak sesuai buat drizzling/ taburan serta memasak dengan api kecil.

3. Minyak Nabati

Minyak buat memasak yang berikutnya merupakan minyak nabati. Minyak nabati ini mengacu pada minyak nabati apa juga, yang bisa mencakup salah satu ataupun campuran dari: minyak kedelai, minyak bunga matahari, ataupun minyak safflower.

Sebagian besar minyak nabati memiliki titik asap besar serta rasa netral, karena hal ini lah minyak ini bagus digunakan buat memanggang.

Titik asap minyak nabati bergantung pada jenisnya:

Minyak Canola: 204° C

Minyak Kedelai: 232° C

Minyak Bunga Matahari: 232° C

Minyak Safflower: 232° C

Minyak nabati lebih memiliki banyak khasiat, baik buat memasak, serta dressing. Namun kurang baik apabila disajikan bagaikan drizzling/ taburan, di mana butuh minyak dengan cita rasa. 

Itu dia 3 tipe minyak yang paling sering digunakan untuk memasak. Dengan informasi diatas, kamu akan lebih mahir dalam memilih minyak untuk masak memasak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *